KARANGBAWANG – Pengembangan ekonomi desa menjadi sorotan utama dalam program kerja Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, tim mahasiswa bidang ekonomi melakukan aksi "jemput bola" dengan mengunjungi langsung rumah-rumah produksi UMKM Opak di Desa Karangbawang.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah strategis untuk melakukan pendataan menyeluruh terkait status legalitas usaha para pengrajin. Fokus utama pendataan ini adalah memastikan apakah para pelaku usaha mikro ini sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal.
Pendampingan di Dapur Produksi
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa terlihat membaur tanpa sekat dengan masyarakat. Di salah satu lokasi produksi, mahasiswa tampak berdiskusi serius namun santai dengan seorang ibu pengrajin yang sedang memproses bahan baku opak.
Sembari melihat proses pembuatan yang masih sangat tradisional, mahasiswa menggali data mengenai kapasitas produksi, kendala pemasaran, hingga kelengkapan administrasi usaha.
Pentingnya NIB dan Sertifikasi Halal
Koordinator bidang ekonomi KKN Unsoed menjelaskan bahwa kepemilikan NIB dan Sertifikasi Halal adalah kunci bagi produk desa untuk bisa masuk ke pasar yang lebih luas, seperti swalayan atau toko oleh-oleh modern. Melalui pendataan ini, mahasiswa akan memetakan UMKM mana saja yang memerlukan pendampingan pengurusan izin tersebut.
Harapannya, dengan legalitas yang lengkap, produk Opak asli Karangbawang tidak hanya menjadi camilan rumahan, tetapi mampu menjadi komoditas unggulan desa yang berdaya saing tinggi dan terjamin kehalalannya bagi konsumen.